Asli Indonesia, Seblak Patut Jadi Warisan Budaya

seblak warisan budaya

Makanan bernama seblak adalah kuliner asli Indonesia yang perlu segera didaftarkan sebagai warisan budaya tak benda. (Foto: courtesy @ikaasihkusuma for SAJISEDAP.com)

SAJISEDAP.COM-Bandung - Makanan bernama seblak adalah kuliner asli Indonesia yang perlu segera didaftarkan sebagai warisan budaya tak benda.

Makanan berbahan kerupuk yang direbus dengan bumbu pedas plus kencur itu hanya ada di Indonesia.

Meski masih tarik ulur daerah asal seblak dari Bandung atau Garut, yang jelas makanan itu berasal dari Jawa Barat yang akhirnya menasional.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan kuliner seblak bisa diusulkan sebagai warisan budaya tidak benda.

Kuliner seblak sudah ada sejak lama dan tetap bertahan hingga kini.

Hanya saja, pihak yang mengusulkan harus membuat kajian, termasuk asal usul jelas agar memenuhi syarat administrasi sebagai warisan budaya tak benda.

"Misalkan ini kuliner seblak, itu dari Bandung apa Garut, harus ada kajian, dan bisa diusulkan sebagai warisan budaya," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Direktorat Pelindungan Kebudayaan pada Kemendikbudristek, Rusmiati, Sabtu 22 Jui 2023 lalu.

Rusmiati menyatakan hal itu usai kegiatan Sosialisasi Pelindungan Warisan Budaya di Hotel Harmoni, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dikutip dari Antara.

Terkait daerah asal, dia menyarankan harus dikaji. Jika ada di beberapa daerah misalkan Garut dan Bandung, maka bisa diusulkan menjadi kuliner warisan budaya tak benda dari Provinsi Jawa Barat.

"Kalau misalkan inisiatornya Garut dengan Bandung, maka bisa ditarik menjadi Provinsi Jawa Barat, maka silakan usulkan bagaimana sejarah seblak itu," saran Rusmiati.

Perlu diketahui, kata seblak merupakan singkatan dari segak dan nyegak. Kedua istilah tersebut berasal dari bahasa Sunda yang artinya lebih kurang “menyengat”.

Segak dan nyegak dalam rasa seblak dicirikan dengan rasa dan aroma pedas plus kencur.

Menurut sejarahnya, seblak adalah kuiner kuno dari wilayah Jawa Barat, antara lain Garut dan Cianjur Selatan.

Sebelum kemerdekaan, seblak dikenal dengan nama Kurupuk Léor. Leor dalam Bahasa Sunda berarti lemas. (karena teksturnya yang ngaléor/lemas).

Konon, makanan ini lahir saat krisis pangan yang melanda selatan Parahyangan akibat penjajahan. Namun tidak ada catatan atau sumber yang jelas mengenai sejarah dari kuliner Kurupuk Léor.

Seblak kini menjadi jajanan yang tidak hanya disajikan dengan isian aslinya. Ada banyak bahan tambahan dan topping.

Seblak berkembang menjadi makanan modern. Mulai variasi rasa, kering atau basah, dan kemasan yang menarik. Namun bahan utama seblak tetaplah kerupuk mentah yang direbus, tidak digoreng, rasa pedas dan aroma kencur. (#)

Hana