Tips Memilih Jeruk Pamelo atau Jeruk Bali, Cari yang Berat

jeruk pamelo

Tips memilih jeruk pamelo alias jeruk Bali yang manis dan berair: pilih yang berat, kulitnya warna hijau menuju kuning dan mengkilat (Foto: BATUKITA.com)

SAJISEDAP.COM-Kota Batu - Memilih jeruk pamelo alias jeruk bali yang manis dan berair tidak sulit. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah jangan memilih jeruk yang ringan dan kulitnya tidak lagi cerah.

Bu Asih, sebut saja begitu,  awal Januari 2022 begitu kecewa. Wanita yang tinggal di Lumajang ini mendapati jeruk pamelo yang dibelinya di pedagang kondisinya masih sangat muda. Meski secara penampakan luar, ukuran jeruknya sudah besar.

Ketika membelahnya, jeruk pamelo itu kulitnya tebal, daging buahnya masih putih, tidak berair dan rasanya pahit. "Ini sih masih pentil (masih terlalu muda)," ungkap Asih kesal.


Asih mengaku ia awalnya memilih sendiri jeruk pamelo yang berat, kulitnya hijau menguning dan pori-pori kulitnya membesar. 

Namun ia pun ragu dan meminta pedagang memilihkan yang tua, manis dan berair. Si pedagang pun bilang kalau memilih ambil yang bobotnya ringan. Namun anjuran Si pedagang itu terbukti tidak benar alias salah besar.

Nah, agar pengalaman Bu Asih itu tidak berulang, berikut tips membeli dan memilih jeruk pamelo atau jeruk bali (Citrus maxima).

1. Pilih Jeruk Pamelo yang Bobotnya Berat

Saran bahwa jeruk yang bobotnya ringan itu manis dan segar adalah salah besar. Yang benar adalah pilih jeruk pamelo yang bobotnya berat. 

Jeruk yang bobotnya berat menandakan kadar air dalam daging buahnya masih banyak. Ini menandakan jeruk dipetik dalam usia tua. 

jeruk pamelo
Selain itu, jeruk yang bobotnya berat menandakan kondisinya masih segar, belum lama dipetik. 

Sementara jeruk yang bobotnya ringan menandakan usia petik terlalu muda. Jeruk yang ringan plus kulitnya kuning juga menunjukkan masa simpan jeruk itu sudah lama, sehingga daging buahnya kehilangan kadar air (Jawa: ngarak=seperti karak).

Untuk menimbang secara cepat jeruk yang berat, mudah saja. Bandingkan dua buah jeruk pamelo dengan ukuran sama, pilihlah yang paling berat. 

2. Pilih Jeruk Pamelo yang Masih Keras

Jangan membeli buah jeruk pamelo yang sudah lembek atau lunak kulitnya. Untuk mengetahuinya, cukup tekan kulit jeruk pamelo dengan jari. 

Bila ditekan masih agak keras dan tidak cekung, maka kondisi jeruk masih baik. Sebaliknya, bila ditekan sudah cekung, berarti jeruk sudah tidak bagus. 


3. Pilih Jeruk yang Kulitnya Mengkilat Cenderung Berminyak

Kulit jeruk pamelo yang segar dan yang baru dipetik, cenderung mengkilat dan sedikit berminyak. Jeruk sudah lama dipetik biasanya kulitnya kering, keriput.

4. Pilih Jeruk Pamelo yang Kulitnya Hijau Kekuningan

Jeruk pamelo yang kulitnya hijau kekuningan cenderung sudah tua atau sudah waktunya masak. 

Dengan begitu, jeruk masih bisa disimpan untuk dikonsumsi pada waktunya. Bila ingin segera dikonsumsi, pilih yang warna kuningnnya mendominasi.

Demikian beberapa tips dalam memilih jeruk pamelo atau jeruk bali. Dengan mengetahui beberapa ciri tersebut, diharapkan tidak lagi salah dalam memiloih atau membeli jeruk pamelo.

Baca pula: 

Sebagai tambahan informasi, produksi jeruk pamelo di Indonesia rata-rata periode 2008 – 2010 sebesar 91.227 ton (Riska, dalam Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Buah Jeruk Lokal dan Buah Jeruk Impor di Kabupaten Kudus. Skripsi, UNS, 2012).

Magetan, yang merupakan sentra produksi utama pamelo di Indonesia (Rahayu et al. 2012; Yora et al.2017), dengan luasan 1.979 hektar dan jumlah produksi mencapai 278.620 kwintal per tahun (Bappeda Jatim 2011).

Beberapa kultivar pamelo yang saat ini dimanfaatkan secara komersial, tiga di antaranya adalah kultivar Magetan, Nambangan, dan Sri Nyonya (Rahayu et al. 2012).

John